Atas nama hormat, kebenaran dikorbankan. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan kepatuhan buta, melainkan tanggung jawab berpikir yang dibingkai dengan akhlak.
Feodalisme boleh runtuh, tetapi adab harus tetap tegak. Karena adab sejati tidak mematikan kritik, ia membimbing manusia agar menyampaikan kebenaran dengan santun dan bertanggung jawab.
Pendidikan yang demikianlah yang mampu melahirkan manusia merdeka secara intelektual dan matang secara moral. (*)