opini

Adab yang Disalahpahami, Akar Feodalisme dalam Pendidikan Indonesia

Selasa, 3 Februari 2026 | 19:59 WIB
Ilustrasi feodalisme. (Dok. Istimewa)




Rasulullah ﷺ justru mendorong umatnya untuk bertanya dan berdialog:
“Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya.” (HR. Abu Dawud)





Hadis ini dengan jelas menunjukkan bahwa bertanya adalah tanda hidupnya akal. Maka, ketika bertanya dianggap tidak sopan, sesungguhnya yang terjadi adalah penyimpangan makna adab.





Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.”
(HR. Tirmidzi)





Menghormati yang tua dan berilmu adalah kewajiban moral. Namun penghormatan ini tidak berarti menerima kesalahan tanpa kritik. Menghormati bukan berarti menanggalkan tanggung jawab berpikir.





Wajah Feodalisme dalam Pendidikan Indonesia





Dalam praktiknya, feodalisme pendidikan tampak dalam banyak bentuk:
pendapat guru yang tidak boleh dikoreksi,
dosen yang alergi kritik, kebijakan akademik yang dipaksakan tanpa dialog, serta budaya “asal nurut biar aman”.





Akibatnya, peserta didik belajar satu hal yang keliru: diam lebih selamat daripada berpikir. Padahal Al-Qur’an mengecam keras manusia yang tidak menggunakan akalnya:


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB