opini

Apakah Kita Cukup Terdidik untuk Berdomisili di Kawasan Rentan Bencana?

Jumat, 19 Desember 2025 | 19:00 WIB
Kendaraan roda empat melewati jalur Lembah Anai saat uji coba open traffic pascaputus akibat bencana banjir bandang pada Jumat (28/11/2025). (Foto: HKI)



Ini bukan hal kecil, kesiapan mental adalah setengah dari keselamatan.





Maka, Sudahkah Kita Terdidik?





Jika kita masih tidak tahu jalur evakuasi di sekitar rumah, tidak menyiapkan tas siaga bencana, tinggal di daerah berbahaya tanpa rencana, merasa “takdir saja yang menentukan”, atau menunggu pemerintah selalu turun tangan, maka jawabannya jelas: kita belum cukup terdidik.





Tinggal di kawasan rawan bencana menuntut lebih dari keberanian; ia menuntut kedewasaan iman, kecerdasan akal, dan ketangguhan akhlak.





Bencana tidak dapat dihapuskan, tetapi dampaknya dapat diminimalkan. Dan pendidikan, terutama pendidikan agama adalah fondasinya.





Penutup: Pendidikan yang Menyelamatkan Jiwa





Kita tidak bisa memindahkan gunung atau menghentikan gempa, tetapi kita bisa mendidik diri agar bijak dalam menghadapinya.





Pendidikan Agama Islam harus berdiri di depan, memberi arah bahwa keselamatan adalah ibadah, mitigasi adalah akhlak, dan kesadaran risiko adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang menciptakan hukum alam.

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB