Oleh: Perdinal, S.Pd.I
Tenaga Pendidik
Indonesia bukan sekadar negeri yang indah, tetapi juga negeri yang rentan. Kita hidup di atas cincin api, di tepi patahan besar, di lereng gunung-gunung aktif, dan di sepanjang garis pantai yang sewaktu-waktu dapat digulung tsunami.
Bencana bukan sekadar potensi, tetapi realitas yang berulang. Dari gempa, banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga cuaca ekstrem.
Namun di tengah semua itu, pertanyaan penting jarang kita renungkan, Apakah kita cukup terdidik untuk tinggal di kawasan rentan bencana?
Pertanyaan ini bukan soal ijazah atau status akademik, tetapi soal kesadaran, kesadaran yang dalam tradisi Pendidikan Agama Islam disebut sebagai ilmu ma’rifah, hikmah, dan tadabbur.
Ilmu: Fondasi Pertama yang Sering Diabaikan
Dalam Islam, perintah pertama adalah “Iqra’” yang berarti bacalah.
Membaca di sini bukan sekadar teks, tetapi “membaca tanda-tanda Allah di alam”.