opini

Apakah Kita Cukup Terdidik untuk Berdomisili di Kawasan Rentan Bencana?

Jumat, 19 Desember 2025 | 19:00 WIB
Kendaraan roda empat melewati jalur Lembah Anai saat uji coba open traffic pascaputus akibat bencana banjir bandang pada Jumat (28/11/2025). (Foto: HKI)


Oleh: Perdinal, S.Pd.I
Tenaga Pendidik





Indonesia bukan sekadar negeri yang indah, tetapi juga negeri yang rentan. Kita hidup di atas cincin api, di tepi patahan besar, di lereng gunung-gunung aktif, dan di sepanjang garis pantai yang sewaktu-waktu dapat digulung tsunami.





Bencana bukan sekadar potensi, tetapi realitas yang berulang. Dari gempa, banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga cuaca ekstrem.





Namun di tengah semua itu, pertanyaan penting jarang kita renungkan, Apakah kita cukup terdidik untuk tinggal di kawasan rentan bencana?





Pertanyaan ini bukan soal ijazah atau status akademik, tetapi soal kesadaran, kesadaran yang dalam tradisi Pendidikan Agama Islam disebut sebagai ilmu ma’rifah, hikmah, dan tadabbur.





Ilmu: Fondasi Pertama yang Sering Diabaikan





Dalam Islam, perintah pertama adalah “Iqra’” yang berarti bacalah.
Membaca di sini bukan sekadar teks, tetapi “membaca tanda-tanda Allah di alam”.


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB