Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
Khairul Jasmi (Foto: Istimewa)
Khairul Jasmi (Foto: Istimewa)



Empat: Besi dan Semen





Putih telur, kata web kota Bukittinggi. Sensa kita dibuatnya. Sudah bertunas muncung mengatakan “pakai semen,” dia bersikeras juga pakai putih telur. Berapa juta butir telurnya? Ke mana dijemput? Kuningnya untuk apa?Dan, Jam Gadang itu dibangun 1926. Pabrik semen sudah berdiri di Padang 1910. Jaraknya 16 tahun. Peradaban beton Indonesia justru dimulai dari Sumbar. Lantas Jam Gadang basikakeh sendirian dengan putih telur? Yang ketidak-tidak saja.





Berikut bukti ilmiah:





Setelah gempa 2007, Jam Gadang miring dan retak. Lalu diselidiki betul-betul. Badan Pelestarian Pusaka Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Belanda lewat program Shared Heritage, bersama Universitas Bung Hatta, Padang. Laboratorium Teknologi Beton universitas itu melaporkan hasilnya pada 2010. Temuannya dianalisis ulang dalam Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil oleh Khadavi dan Yulcherlina pada 2018.





Apa kata mereka? Tegas: struktur Jam Gadang adalah beton bertulang. Kuat tekan betonnya rata-rata 25 MPa atau lebih, setara standar bangunan modern. Pondasinya pasangan batu masif berbentuk prisma, menghunjam sampai 1,8 meter ke dalam tanah.





Besinya nyata, terukur. Kolom menara 800 kali 800 milimeter di lantai dasar, mengecil jadi 400 kali 400 milimeter di puncak. Tulangannya 18 milimeter untuk longitudinal, 10 milimeter untuk geser. Balok dan pelatnya berstruktur komposit, memakai baja profil H.





Sekarang berhitung sederhana. Beton bertulang itu apa? Ada semen, ada besi. Tak ada beton tanpa semen. Tak ada beton bertulang tanpa besi. Maka cerita “tanpa semen” itu rontok di hadapan angka.Putih telur? Penelitian itu menyebut struktur Jam Gadang sama sekali tidak bergantung pada bahan organik semacam putih telur. Mungkin saja telur terpakai sedikit di plesteran, seperti lazim pada bangunan lama sebelum ada semen. Tapi, yang menyangga menara, yang membuatnya tegak hampir seabad melewati gempa demi gempa, bukan telur. Itu beton dan besi. Sains yang bilang, bukan saya. Malu kita sama orang PT Semen Padang.





Jadi demikianlah Jam Gadang yang dibangun mungkin secara swasekelola itu. Saya belum menemukan dokumen tendernya. Biasanya NV Nedam yang membangun banyak kantor, gereja, jembatan dan lainnya di Sumatra Waskust. Dan, selamat 100 tahun Klokketeron te Fort de Kock. (*)





Tulisan ini telah pernah terbit di Harian Singgalang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X