Perempuan Datang ke Pengadilan Bukan Karena Ingin Berpisah, Tapi Karena Dipaksa Bertahan Terlalu Lama

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 19 Februari 2026 | 18:49 WIB
Ilustrasi perceraian. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi perceraian. (Dok. Pixabay)




Banyak perempuan bertahan bukan karena masih kuat, tetapi karena takut disalahkan. Namun hukum tidak pernah dimaksudkan untuk memenjarakan seseorang dalam penderitaan.





Dalam praktik peradilan, tidak jarang dipertimbangkan bahwa mempertahankan perkawinan justru menimbulkan mudarat yang lebih besar apabila dipaksakan.





Pada titik ini, perceraian tidak lagi dipahami sebagai kegagalan, melainkan sebagai jalan terbaik guna menghindari kerugian yang berkepanjangan bagi para pihak, khususnya bagi istri yang berada dalam posisi lebih rentan secara emosional maupun struktural.





Negara Hadir Setelah Semua Retak





Pengadilan agama sering menjadi ruang pertama di mana penderitaan istri diakui secara formal oleh negara. Sayangnya, negara hadir ketika relasi sudah runtuh. Hukum bekerja mencatat akibat, bukan mencegah sebab.





Maka tidak mengherankan jika dalam banyak pertimbangan putusan dinyatakan bahwa ikatan perkawinan tidak lagi memenuhi tujuan hukum perkawinan. Frasa ini menunjukkan bahwa negara mengakui kegagalan relasi, tetapi sering kali setelah penderitaan berlangsung terlalu lama.





Ironisnya, perempuan yang menggunakan hak hukumnya justru distigmatisasi sebagai pihak yang mudah menyerah. Padahal, dalam banyak kasus, mereka bertahan jauh lebih lama daripada yang seharusnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X