Puasa, Kuasa, dan Kesombongan yang Dibungkus Kesalehan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 17 Februari 2026 | 23:03 WIB
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam. (Dok. Pribadi)
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam. (Dok. Pribadi)




Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan dengan sangat jelas:
“Sesungguhnya Allah menyukai apabila rukhsah-Nya diambil, sebagaimana Dia membenci apabila maksiat dilakukan.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)





Hadits ini menegaskan bahwa menerima rukhsah adalah bagian dari ketaatan, bukan bentuk kemalasan.





Maka menolak keringanan yang Allah berikan demi gengsi atau pembuktian diri, bukanlah sikap kehati-hatian beragama, melainkan berpotensi menjadi kesombongan spiritual yang dibungkus kesalehan.





Realitas yang Disenyapkan





Di sisi lain, ada suara yang jarang diberi ruang: Ibu yang mencoba puasa namun tubuhnya lemas, ASI berkurang, anak menjadi rewel, bahkan ikut lemah. Ini bukan cerita dramatis, ini pengalaman nyata.





Namun alih-alih empati, yang datang justru nasihat kosong: “Mungkin niatnya kurang.”
“Coba dibiasakan.”





Seakan-akan tubuh perempuan adalah mesin yang bisa dipaksa, dan anak adalah variabel yang bisa diabaikan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB

Terpopuler

X