Puasa, Kuasa, dan Kesombongan yang Dibungkus Kesalehan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 17 Februari 2026 | 23:03 WIB
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam. (Dok. Pribadi)
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam. (Dok. Pribadi)


Oleh: Tiara Yulanda, S.H.I.
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam





Penulis berpendapat bahwa Ramadhan bukan hanya ujian fisik, tetapi ujian kejujuran iman. Di bulan ini, yang paling sulit ditahan sering kali bukan lapar, melainkan nafsu merasa paling benar, paling kuat, dan paling taat.





Ramadhan seharusnya menjadi bulan pelembutan hati. Namun yang kerap terjadi justru sebaliknya, ibadah berubah menjadi ajang pembuktian, puasa menjadi simbol keunggulan moral, dan rukhsah diperlakukan seolah aib.





Di ruang-ruang sosial, termasuk beranda dan grup Facebook para ibu perdebatan tentang puasa bagi ibu hamil dan menyusui hampir selalu berujung pada nada yang sama, menghakimi mereka yang mengambil keringanan.





Kalimatnya terdengar saleh: “Selama kita mampu dan tidak merasa membahayakan anak, kenapa tidak?”





“Jangan memudah-mudahkan agama.”
Padahal justru di sinilah persoalan bermula.





Ketika Rukhsah Dianggap Kemalasan


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X