Oleh: Tiara Yulanda, S.H.I.
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam
Penulis berpendapat bahwa Ramadhan bukan hanya ujian fisik, tetapi ujian kejujuran iman. Di bulan ini, yang paling sulit ditahan sering kali bukan lapar, melainkan nafsu merasa paling benar, paling kuat, dan paling taat.
Ramadhan seharusnya menjadi bulan pelembutan hati. Namun yang kerap terjadi justru sebaliknya, ibadah berubah menjadi ajang pembuktian, puasa menjadi simbol keunggulan moral, dan rukhsah diperlakukan seolah aib.
Di ruang-ruang sosial, termasuk beranda dan grup Facebook para ibu perdebatan tentang puasa bagi ibu hamil dan menyusui hampir selalu berujung pada nada yang sama, menghakimi mereka yang mengambil keringanan.
Kalimatnya terdengar saleh: “Selama kita mampu dan tidak merasa membahayakan anak, kenapa tidak?”
“Jangan memudah-mudahkan agama.”
Padahal justru di sinilah persoalan bermula.
Ketika Rukhsah Dianggap Kemalasan