Paradoks “Dewan Perdamaian” Gaza

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:25 WIB
Ahmad Iffan (Foto: Dok Pribadi)
Ahmad Iffan (Foto: Dok Pribadi)


Penulis: Ahmad Iffan (Ketua Bagian Hukum Internasional Universitas Bung Hatta / Editor In Chief BHAKTI: Jurnal Anti Korupsi)





Lembaga yang sejak awal dimandatkan menjaga perdamaian dunia kini justru berdiri sebagai saksi bisu runtuhnya nurani kemanusiaan. Di Gaza, bom terus dijatuhkan dengan beragam dalih pembenaran, sementara hak veto dijadikan tameng kekuasaan.





Di hadapan penderitaan warga sipil, Dewan Keamanan PBB tidak lagi tampil sebagai penjaga kemanusiaan, melainkan forum yang merapikan kekerasan dengan bahasa hukum. Dalam hukum internasional, larangan penggunaan kekuatan bersenjata merupakan prinsip paling mendasar.





Prinsip ini lahir dari kesadaran sejarah bahwa tanpa pembatasan kekerasan, hubungan antarnegara akan kembali pada hukum rimba. Perdamaian bukan sekadar hasil niat baik, melainkan buah dari kepatuhan pada norma yang disepakati bersama.





Pemikir seperti Hans Kelsen dan Hersch Lauterpacht menegaskan bahwa legitimasi hukum internasional tidak bertumpu pada kekuatan militer, tetapi pada keberlakuan norma dan kesediaan negara untuk tunduk pada aturan kolektif.





Dengan kata lain, setiap mekanisme yang mengatasnamakan perdamaian harus berdiri di atas fondasi hukum yang sah, jelas, dan akuntabel. Tanpa itu, perdamaian hanya berubah menjadi slogan politik yang mudah dipakai, namun cepat ditinggalkan ketika mengganggu kepentingan strategis. Paradoks inilah yang mengemuka dalam penanganan Gaza.





Piagam PBB memang memberikan mandat kepada Dewan Keamanan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Namun, mandat tersebut bersifat terbatas dan kontekstual.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X