Mengabaikan Suara Ibu, Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 2 Januari 2026 | 16:52 WIB
Ilustrasi ibu dan anak. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi ibu dan anak. (Dok. Pixabay)


Oleh: Tiara Yulanda, S.H.I
Praktisi Hukum Keluarga





Dalam banyak rumah tangga, ibu atau istri sering disebut sebagai “jantung keluarga”. Namun ironisnya, justru suara dari jantung inilah yang kerap diabaikan. Ia hadir paling awal dan pulang paling akhir dalam urusan batin keluarga, tetapi ketika ia berbicara tentang lelah, luka, atau kegelisahan jiwanya, respons yang ia terima sering kali adalah diam, penyangkalan, atau pengabaian.





Padahal, mengabaikan suara ibu bukan persoalan sepele, ia adalah awal dari kerusakan psikologis yang merambat ke seluruh bangunan rumah tangga.





Ibu sebagai Penjaga Stabilitas Psikologis





Dalam kajian psikologi keluarga, ibu memegang peran sebagai emotional anchor. Ia menjadi penentu ritme emosi anak, penyeimbang relasi suami-istri, serta penjaga suasana batin rumah.





Ketika kondisi psikologis ibu terganggu, dampaknya tidak berdiri sendiri, melainkan menyebar ke seluruh anggota keluarga.





Ibu yang terus-menerus:


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X