Menjaga Batas dalam Keluarga Besar: Antara Bakti dan Kemaslahatan Jiwa

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 1 Januari 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi keluarga. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi keluarga. (Dok. Pixabay)




Hadis ini menegaskan bahwa kebaikan dalam keluarga tidak diukur dari seberapa besar seseorang menahan luka, melainkan dari seberapa adil dan manusiawi ia memperlakukan anggota keluarganya.





Menurut penulis, menetapkan batas dalam keluarga besar bukanlah bentuk pemutusan silaturahmi. Justru batas diperlukan agar relasi tetap berada dalam koridor keadilan dan kemaslahatan.





Batas menjaga agar bakti tidak berubah menjadi pembiaran terhadap tekanan yang merusak jiwa terutama pasangan dan menggerus tujuan pernikahan itu sendiri.





Hukum keluarga Islam pada hakikatnya hadir sebagai panduan etis untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan. Keluarga seharusnya menjadi ruang tumbuhnya ketenangan (sakinah), bukan karena konflik yang dibiarkan atas nama adat atau rasa sungkan.





Dengan memahami batas secara proporsional, bakti kepada orang tua tetap terjaga, relasi keluarga besar berada pada porsinya, dan tujuan syariat dapat diwujudkan dalam kehidupan rumah tangga yang lebih adil dan menenangkan.





(*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB

Terpopuler

X