Oleh:
Dr Syamsul Bahri, ST., M.M.
Dosen Manajemen Universitas Ekasakti
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki warisan intelektual dan tradisi keilmuan Islam yang panjang melalui keberadaan pesantren.
Namun, posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi Islam internasional belum sekuat negara-negara seperti Mesir, Turki, atau Maroko.
Padahal, peluang untuk menjadikan perguruan tinggi Indonesia sebagai destinasi pendidikan Islam global sangat terbuka lebar, terutama jika mampu menghadirkan program studi yang unik, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dunia.
Mengapa Program Studi Islam Inovatif Dibutuhkan?
Di tengah dinamika global, kebutuhan terhadap pemahaman Islam tidak lagi hanya bersifat normatif, tetapi juga konkret dan aplikatif.
Dunia internasional membutuhkan kajian Islam yang mampu menjawab isu-isu kontemporer, seperti ekonomi syariah dan keuangan halal, yang berkembang pesat di dunia internasional.