Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak teknologi terhadap perkembangan anak. Orang tua seringkali dihadapkan pada dilema dalam membatasi penggunaan gadget tanpa mengorbankan manfaat yang diberikan dari teknologi.
Tentunya pengawasan orang tua berperan penting dalam situasi ini. Dengan pengawasan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mereka belajar menggunakan perangkat dengan bijak dan menggunakan teknologi untuk tujuan positif sekaligus meminimalkan dampak negatifnya.
Oleh karena itu, penting untuk memahami peran strategis orang tua dalam membimbing anak mereka mengatasi tantangan penggunaan gadget di era digital ini.
Menurut penelitian terbaru, lebih dari 60% anak di bawah umur di Indonesia menggunakan gadget secara rutin dan setiap hari. Angka ini mencerminkan tren yang terus meningkat seiring dengan semakin mudahnya akses teknologi kepada generasi muda.
Anak-anak usia 4 hingga 10 tahun menghabiskan rata-rata 3 hingga 5 jam per hari menggunakan gadget. Kegiatan yang dilakukan mulai dari bermain game, menonton video, hingga mengakses media sosial.
Penggunaan gadget tersebut tidak hanya sebatas pada waktu-waktu tertentu saja, namun seringkali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.Yang lebih memprihatinkan adalah sebagian besar anak usia dini bahkan telah mempunyai akses terhadap gadget secara pribadi.
Banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anaknya karena berbagai alasan, antara lain sebagai alat bantu dalam belajar, hiburan, atau cara mengalihkan perhatian mereka disaat orang tuanya sedang sibuk.
Namun ketersediaan gadget pribadi menimbulkan tantangan baru di usia yang masih sangat muda, karena anak-anak seringkali belum mampu mengatur waktu penggunaan gadget secara mandiri atau memahami dampak negatifnya.