Di era modern ini dengan teknologi yang maju, kita tidak dapat menyangkal betapa pentingnya teknologi bagi manusia. Salah satu teknologi yang paling banyak digunakan saat ini adalah gadget, seperti smartphone, tablet, dan perangkat pintar lainnya.
Data hingga akhir 2023, lebih dari 209,3 juta orang di Indonesia menggunakan smartphone, menjadikannya salah satu pasar utama untuk gadget di dunia. Tidak hanya orang dewasa menggunakan teknologi ini, tetapi juga anak-anak mulai menggunakan gadget di usia dini.
Gadget biasanya digunakan oleh orang tua sebagai sarana untuk menghibur dan mendidik anak-anak mereka. Saat ini anak-anak sudah lebih tertarik pada layar gadget dibandingkan permainan tradisional. Kemudahan akses terhadap aplikasi pembelajaran, permainan interaktif, dan konten hiburan menjadikan gadget sebagai alat praktis untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Namun, tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan gadget secara berlebihan justru bisa lebih merugikan dibandingkan memberikan manfaat, terutama bagi anak usia dini yang berada pada tahap perkembangan kritis.
Penggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak-anak dapat menimbulkan dampak negatif dalam berbagai hal. Secara fisik, menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti ketegangan pada otot mata, dan masalah postur tubuh.
Dari segi psikologis, anak berisiko mengalami kecanduan pada gadget yang dapat memengaruhi emosi dan perilakunya. Secara sosial, gadget dapat mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan anak bersama teman-temannya, yang penting bagi perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi anak.
Tantangan ini menjadi semakin penting mengingat tingginya tingkat penetrasi Internet di Indonesia, dimana lebih dari 79,5% penduduknya mempunyai akses terhadap Internet. Anak-anak memiliki akses mudah ke berbagai macam konten, termasuk konten yang mungkin tidak sesuai dengan usia mereka.