Apapun itu, mahasiswa sebaiknya berusaha menyeimbangkan antara rutinitas kuliah dengan kehidupan organisasi atau sosialnya. Kemampuan untuk mengutamakan kegiatan yang menjadi prioritas dalam belajar mutlak dibutuhkan mahasiswa.
Mereka harus mampu tetap fokus mengutamakan perkuliahan, menyelesaikan tugas-tugas, dan mengikuti ujian evaluasi belajar di setiap semester. Oleh karena itu, manajemen waktu dan regulasi diri menjadi penentu keberhasilan belajar mahasiswa di perguruan tinggi.
Dari segi kehidupan sosial, mahasiswa akan menjalin interaksi yang beragam, baik dengan sesama mahasiswa, staf akademik, dan juga dosen. Dalam hal ini, mahasiswa perlu menguasai keterampilan sosial untuk menjalin hubungan interpersonal yang baik dengan berbagai pihak di lingkungan kampus.
Salah satunya adalah kemampuan komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Ketika pertemuan tatap muka, mahasiswa juga dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang benar sesuai kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD).
Hal ini meliputi kemampuan mengungkapkan ide dan pendapat secara tertulis, misalnya dalam tugas-tugas esai dan makalah, dan berbahasa lisan, misalnya pada saat presentasi.
Sementara itu, mahasiswa juga disarankan agar membiasakan diri untuk menggunakan bahasa formal dalam sehari-hari, terutama saat berinteraksi dengan dosen. Perhatikan tata krama umum dan aturan di perguruan tinggi tentang menjalin komunikasi dengan dosen ataupun staf akademik setempat.
Untuk dapat bertahan dalam kehidupan sosial kampus, usahakan agar proaktif mencari informasi terbaru seputar perkuliahn dan jalinlah relasi dan jejaring dengan sesama mahasiswa, dengan dosen, dan juga staf akademik di lingkungan kampus.
Kesiapan Belajar Mahasiswa Menentukan Keberhasilan Belajarnya
Mahasiswa tingkat awal merupakan kelompok paling berisiko mengalami kesulitan dalam beradaptasi ataupun bertahan di perguruan tinggi. Sejumlah penelitian tentang adaptasi dan kesiapan kuliah menunjukkan bahwa mahasiswa baru merupakan kelompok yang dapat mengalami kesulitan dalam menghadapi transisi, adaptasi, dan bahkan bertahan di universitas.