Penulis: Risanita Fardian Farid, M.Psi., Psikolog (Dosen UPI YPTK Padang)
Sebulan ke depan, para mahasiswa akan memulai kegiatan perkuliahan di tahun ajaran baru. Mereka akan kembali berkutat dengan rutinitas kuliah–tugas–absen dan mungkin sesekali diselingi oleh pratikum atau presentasi.
Adapun mereka yang berada di semester akhir, biasanya berkutat dengan skripsi–bimbingan–revisi. Beberapa di antaranya, ada yang akan menjadi mahasiswa baru. Mereka akan menjajaki kehidupan kampus yang tentu saja berbeda dengan kehidupan sekolah sebelumnya.
Dari segi akademik, perguruan tinggi memiliki iklim belajar yang jauh berbeda dengan sekolah menengah pada umumnya. Perbedaan utama yang menonjol adalah kemandirian dalam kegiatan belajar.
Jika di sekolah menengah guru bertugas mengingatkan, memandu, dan merancang kegiatan belajar maka di universitas hal di atas berubah menjadi tanggung jawab mahasiswa. Dengan kata lain, mahasiswa bertanggung jawab penuh atas kegiatan belajar diri sendiri.
Selain dari segi akademik, mahasiswa juga menghadapi perubahan dalam kehidupan personal dan sosialnya. Kehidupan kampus dan perkuliahan membawa mahasiswa pada rutinitas baru.
Ada yang menjalani rutinitas sebagai Kupu-Kupu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang), Kunang-Kunang (Kuliah Nangkring-Kuliah Nangkring), atau Kura-kura (Kuliah Rapat-Kuliah Rapat). Bahkan saat ini sudah ada juga tipikal mahasiswa yang baru, Kuda-kuda (Kuliah Daring-Kuliah Daring).