Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, IPC kembali pada 2024 dengan menghadirkan seniman Butoh Mutsumi-Neiro dari Jepang–Yugoslavia, serta 20 peserta dari berbagai daerah. Tahun 2025 ini, IPC menegaskan komitmennya sebagai ruang riset ketubuhan, pertukaran lintas disiplin, dan regenerasi performer di Indonesia.
Melalui kerja gotong royong komunitas dan kolaborasi lintas negara, IPC telah tumbuh menjadi ruang reflektif yang menjembatani tradisi lokal dengan wacana global. Di tangan para seniman muda, Sumbar kini tidak hanya dikenal lewat kekayaan budaya tradisionalnya, tetapi juga sebagai pusat lahirnya ide-ide baru dalam seni pertunjukan kontemporer.
“IPC bukan sekadar acara tahunan, tetapi gerakan bersama untuk membaca ulang tubuh dan dunia dengan cara yang lebih kritis dan sadar konteks,” pungkas Wendy HS. (*)