Indonesia Performance Camp 2025 Usung Workshop Dramaturgi Postdramatic di Sumbar

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 8 November 2025 | 11:43 WIB
Indonesia Performance Camp 2024 (Foto: IPC)
Indonesia Performance Camp 2024 (Foto: IPC)




Pertunjukan Apresiasi: Membaca Tubuh dan Tradisi





Selain workshop, IPC 2025 juga menampilkan dua pertunjukan apresiasi di ruang Exhibition Fabriek Padang. Pertunjukan pertama, Soliloque Perburuan karya Wendy HS dan produksi Indonesia Performance Syndicate, akan digelar pada Minggu, 9 November 2025 pukul 20.00 WIB. Karya ini membaca ulang naskah legendaris Perburuan karya Wisran Hadi, dengan pendekatan tubuh dan pengalaman batin aktor.





Pertunjukan ini mengangkat pergulatan manusia Minangkabau di tengah benturan nilai tradisi dan modernitas. Tubuh aktor menjadi medan tafsir atas kegelisahan, keyakinan, dan pertanyaan eksistensial tentang pendidikan dan kehidupan masyarakat hari ini.





Sementara pertunjukan kedua, Pintu, disutradarai Yusril Katil dengan naskah karya T. Wijaya, Nasrul Aswar, dan Yusril Katil dari Komunitas Seni Hitam Putih Padangpanjang. Dipentaskan pada Senin, 10 November 2025 pukul 20.00 WIB, karya ini mengajak penonton merenungkan perubahan kehidupan pascapandemi dan dampak teknologi digital terhadap hubungan sosial.





Dalam Pintu, batas fisik dan virtual dipertemukan. “Teknologi memang mendekatkan manusia, tapi juga menciptakan jarak baru yang membuat kita semakin asing terhadap realitas,” ujar Yusril Katil.





Diskusi: Tubuh, Budaya, dan Pengetahuan





Selain workshop dan pertunjukan, IPC 2025 juga menggelar forum diskusi bertema “Tubuh, Budaya, dan Pengetahuan dalam Pertunjukan Kontemporer.” Forum ini menghadirkan narasumber Kai Tuchmann, Ibed Surgana Yuga, Wendy HS, Tatang R. Machan, dan Mahatma Muhammad, dengan Thendra BP sebagai moderator. Acara akan berlangsung pada Senin, 11 November 2025 pukul 20.00 WIB di Pustaka Steva, Jalan Pagang Raya No. 37, Nanggalo, Padang.





Diskusi ini membuka ruang bagi para pelaku seni, akademisi, dan masyarakat untuk mendalami posisi seni pertunjukan dalam konteks global sekaligus lokal. Dengan mempertemukan perspektif akademik dan praktik lapangan, IPC berupaya menjadikan seni sebagai ruang refleksi sosial dan pengetahuan kritis.





Kilas Balik IPC: Dari Padang Panjang ke Dunia





Indonesia Performance Camp berawal dari Padang Panjang Butoh Camp tahun 2019, hasil kolaborasi antara Indonesia Performance Syndicate dan Shinonome Butoh Tokyo, Jepang. Kegiatan tersebut mempertemukan teknik Butoh dengan Total Body Performance Method (TBPM) yang berakar pada tradisi Tapuak Galemboang dan Silek Minangkabau.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X