berita

Kimpul Ramai Dibahas di Medsos, Ini Potensinya Menurut Guru Besar Unand

Senin, 19 Oktober 2026 | 21:11 WIB
Talas Kimpul (Foto: Magnific)


Sumbardaily.com – Tren kimpul di media sosial tidak hanya menarik perhatian karena keunikan konten kulinernya, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal Indonesia. Umbi yang digunakan sebagai pengganti berbagai bahan makanan ini dinilai berpotensi mendukung diversifikasi pangan sekaligus dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.





Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Andalas (Unand), Prof. Tuty Anggraini, menilai popularitas kimpul dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat mengenal lebih banyak sumber karbohidrat selain beras. Upaya tersebut penting untuk memperluas pilihan pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap nasi sebagai makanan pokok.





Tren kimpul belakangan mencuat melalui konten kreator yang membuat beragam makanan dengan mengganti bahan utama menggunakan umbi tersebut. Ungkapan “karena saya tidak punya bahannya, saya ganti kimpul” turut menarik perhatian warganet dan memicu rasa penasaran terhadap pemanfaatan bahan pangan lokal.





Dikutip dari situs resmi Unand, Senin (19/10/2026), Tuty menjelaskan bahwa kimpul dan berbagai jenis umbi lainnya dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat. Meski demikian, pemanfaatannya perlu memperhatikan jenis bahan, teknik pengolahan, porsi konsumsi, serta keseimbangan gizi dalam menu sehari-hari.





“Kimpul dan beragam umbi lainnya merupakan sumber karbohidrat yang dapat memperkaya pilihan konsumsi masyarakat. Pemanfaatannya perlu disertai pemahaman mengenai jenis bahan, cara pengolahan, porsi, serta keseimbangan gizi,” jelasnya.





Menurut Tuty, salah satu tantangan dalam memperkenalkan pangan alternatif adalah kebiasaan masyarakat yang menganggap belum makan jika belum mengonsumsi nasi. Anggapan tersebut membuat perubahan pola konsumsi membutuhkan proses, sehingga pengenalan pangan lokal dapat dilakukan secara bertahap melalui variasi menu harian.





Masyarakat, misalnya, dapat mengonsumsi ubi rebus saat sarapan, nasi pada siang hari, kemudian memilih olahan umbi lainnya untuk makan malam. Namun, variasi sumber karbohidrat itu tetap perlu diimbangi dengan konsumsi protein, sayuran, dan buah agar kebutuhan gizi tetap diperhatikan.


Halaman:

Tags

Terkini