berita

Banjir dan Longsor Terjang Pessel, 2.131 KK Terdampak dan 14 Titik Longsor Ditemukan

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih berlanjut. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. (Foto: Pemkab Pessel)




Gangguan tersebut membuat pemulihan jaringan air bersih menjadi salah satu pekerjaan yang perlu segera ditangani. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi bersamaan dengan perbaikan akses jalan dan penanganan titik longsor.





Pemkab Pesisir Selatan terus mengoordinasikan langkah penanganan dampak bencana, termasuk pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Pemerintah berupaya mempercepat perbaikan akses transportasi, penanganan longsor, serta pemulihan distribusi air bersih agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung normal.





Bantuan Datang dari Berbagai Pihak





Penanganan masyarakat terdampak juga mendapat dukungan dari berbagai instansi, lembaga, dunia usaha, dan elemen masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD Pessel, Baznas, Pegadaian, serta Bank Nagari Cabang Tapan.





Dukungan lainnya datang dari IKAD, BPBD Kabupaten Solok, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BKPSDM, Incasi Raya, Kemilau, Bunda Lisda, Hakimin, Dani Sofyan, serta Darmansyah.





Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat mendukung warga dalam menghadapi kondisi pascabencana, terutama ketika sebagian infrastruktur dan layanan dasar masih mengalami gangguan.





Sinergi pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah Tapan. Selain penyaluran bantuan, percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik menjadi hal penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.





Penanganan pascabencana di Pesisir Selatan masih membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Pemulihan akses transportasi, penyelesaian titik longsor, serta perbaikan jaringan air bersih menjadi bagian dari upaya agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan memperoleh pelayanan dasar secara memadai. (*)


Halaman:

Tags

Terkini