Banjir dan Longsor Terjang Pessel, 2.131 KK Terdampak dan 14 Titik Longsor Ditemukan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih berlanjut. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. (Foto: Pemkab Pessel)
Penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih berlanjut. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. (Foto: Pemkab Pessel)


Sumbardaily.com - Penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih berlanjut. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. Di tengah upaya pemulihan, sekitar 500 kepala keluarga (KK) juga diperkirakan belum mendapatkan pasokan air bersih akibat terputusnya jaringan distribusi.





Pemkab Pesisir Selatan dikutip Minggu (18/10/2026) menyebutkan, pemerintah daerah terus mengintensifkan penanganan pascabencana melalui peninjauan lapangan, perbaikan infrastruktur, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.





Peninjauan dipimpin Sekretaris Daerah Pessel, Zainal Arifin, bersama sejumlah pejabat daerah. Rombongan tersebut terdiri atas Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Pelaksana BPBD Armen, Kepala Baperida Subchandri, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syamwil, Camat Rahul Tapan Dheno Agnes, serta Camat BAB Tapan Erna Juita.





Dalam kegiatan itu, rombongan memeriksa kondisi jalan, permukiman warga, dan kebutuhan masyarakat setelah banjir serta longsor melanda kawasan tersebut. Pemerintah daerah juga memastikan bantuan berupa kebutuhan pokok disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.





Sebanyak 14 Titik Longsor Ditemukan





Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan terdapat 14 titik longsor di wilayah terdampak. Namun, hingga peninjauan berlangsung, baru satu titik yang selesai ditangani. Kondisi tersebut membuat penanganan longsor dan pemulihan akses transportasi masih menjadi perhatian pemerintah daerah.





Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) turut melakukan pekerjaan di lapangan untuk mengantisipasi longsor sekaligus menangani gangguan pada akses jalan. Upaya tersebut diperlukan agar jalur transportasi dapat kembali digunakan dengan aman oleh masyarakat.





Selain penanganan titik longsor, akses jalan Tapan–Sungai Penuh untuk sementara ditutup karena adanya pekerjaan gorong-gorong. Masyarakat yang hendak melewati jalur tersebut diimbau memperhatikan informasi mengenai kondisi jalan dan mengikuti arahan petugas.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X