Penutupan sementara itu perlu menjadi perhatian pengguna jalan, terutama masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut untuk bepergian. Pemerintah mengingatkan pentingnya mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung.
Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Dampak bencana tercatat cukup besar di dua kecamatan yang menjadi lokasi penanganan. Di Kecamatan Rahul Tapan, sebanyak 1.460 KK atau 4.830 jiwa terdampak banjir dan longsor.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, bantuan beras yang dibutuhkan mencapai 7.300 kilogram. Selain itu, sebanyak 26 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana.
Sementara itu, di Kecamatan BAB Tapan, jumlah warga terdampak mencapai 671 KK atau 2.312 jiwa. Pemerintah menyiapkan bantuan beras sebanyak 3.300 kilogram untuk masyarakat di kecamatan tersebut. Satu unit rumah di wilayah ini juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Jika digabungkan, bencana di kedua kecamatan tersebut berdampak pada 2.131 KK atau 7.142 jiwa. Total kebutuhan bantuan beras yang disiapkan mencapai 10.600 kilogram atau 10,6 ton. Adapun jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat tercatat sebanyak 27 unit.
Data tersebut menjadi gambaran kebutuhan penanganan yang harus dipenuhi pemerintah bersama berbagai pihak. Selain memastikan bantuan pangan tersedia, pemulihan rumah warga dan infrastruktur juga menjadi bagian dari upaya penanganan dampak bencana.
Listrik Pulih, Air Bersih Masih Terganggu
Di sektor pelayanan dasar, pasokan listrik di wilayah terdampak telah kembali tersambung sejak Kamis (15/10). Pemulihan ini menjadi salah satu perkembangan dalam upaya mengembalikan layanan publik setelah banjir dan longsor.
Meski demikian, distribusi air bersih masih mengalami kendala. Jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan terputus di dua titik. Akibatnya, sekitar 500 KK diperkirakan belum mendapatkan aliran air bersih.