berita

Hotspot Jambi Melonjak dari 9 Jadi 31 Titik, Sumsel Bertambah Jadi 122

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:02 WIB
Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)


Sumbardaily.com - Deteksi titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Sumatera kembali meningkat di tengah upaya pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumatera Selatan mencatat 122 hotspot, sedangkan Jambi mengalami kenaikan dari 9 menjadi 31 titik.





Secara nasional, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 799 titik berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan hingga Kamis (15/10/2026) pukul 21.00 WIB.





Kenaikan tersebut terjadi ketika Kementerian Kehutanan juga menyampaikan duka atas meninggalnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Kamis (15/10). Dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan masih mendapatkan penanganan medis lanjutan.





Kementerian Kehutanan menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai tingginya risiko yang dihadapi petugas dalam operasi pemadaman karhutla. Selain memperkuat penanganan kebakaran di berbagai daerah, pemerintah menekankan pentingnya keselamatan personel yang bertugas di lapangan.





Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyampaikan penghormatan kepada para petugas dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.





"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pengabdian dan keberanian para petugas, relawan, masyarakat, serta seluruh unsur yang berada di garis depan pengendalian karhutla patut mendapatkan penghormatan," demikian pernyataan Kementerian Kehutanan yang disampaikan melalui Ristianto Pribadi, dikutip Sabtu (16/10/2026).





Kementerian Kehutanan turut menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta para korban luka yang masih menjalani perawatan. Peristiwa tersebut juga menjadi dasar pengingat agar setiap operasi pemadaman mempertimbangkan kondisi lapangan secara menyeluruh.


Halaman:

Tags

Terkini