Kepala sekolah, pendidik dan pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program agar dapat berjalan sesuai tujuan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Boby Firman, menjelaskan bahwa kegiatan peluncuran dan sosialisasi SSK tahun 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, kesadaran serta kepedulian terhadap isu kependudukan melalui pendidikan.
"Kegiatan launching dan sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan di Kota Padang tahun 2026 dilaksanakan sebagai bagian upaya meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kepedulian terhadap isu-isu kependudukan melalui jalur pendidikan," katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan sekaligus memperkuat penerapan Sekolah Siaga Kependudukan di lingkungan satuan pendidikan.
"Maksud pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan memperkuat pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan sebagai salah satu upaya meningkatkan literasi kependudukan di lingkungan satuan pendidikan," kata Boby.
Penguatan literasi kependudukan melalui sekolah menjadi bagian dari upaya memperkenalkan isu tersebut secara lebih dekat kepada peserta didik.
Dengan materi yang terintegrasi dalam pembelajaran, siswa diharapkan memperoleh pemahaman yang sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
Namun, pencapaian tujuan program sangat bergantung pada komitmen dan keterlibatan seluruh pihak, terutama kepala sekolah, pendidik, serta pengawas sekolah.