berita

Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso

Senin, 28 September 2026 | 19:09 WIB
Hulu Galodo Solok (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)




Kondisi ini membatasi analisis perubahan berbasis citra optik Sentinel-2. Karena itu, interpretasi sementara perlu memadukan citra pra-kejadian, DEM, Google Earth, serta rekaman drone pascabencana.





Keterbatasan tersebut merupakan kondisi yang lazim dalam penginderaan jauh optik di wilayah tropis. Satelit dapat merekam suatu lokasi pada waktu yang tepat, tetapi awan dapat membuat permukaan bumi tidak terlihat.





Dalam kasus Arosuka, keterbatasan Sentinel-2 sekaligus memperlihatkan pentingnya menggabungkan berbagai sumber data. Rekaman drone dapat memperlihatkan detail scar dan jalur material, Google Earth memberikan konteks bentang alam, sedangkan DEM menjelaskan relief serta konektivitas topografi dari hulu hingga hilir.





Pemetaan Bahaya Perlu Melihat Hulu hingga Hilir





Galodo Arosuka pada akhirnya menunjukkan bahwa kawasan yang terdampak tidak selalu menjadi lokasi dimulainya proses bencana.





Jalan, jembatan, permukiman, dan perkantoran berada di kawasan hilir, sementara sumber sedimen dapat berada beberapa kilometer di atasnya.





Karena itu, pemetaan bahaya tidak semestinya berhenti pada batas wilayah yang pernah tergenang. Analisis juga perlu mencakup lokasi lereng yang berpotensi gagal, hubungan antara longsoran dengan jaringan sungai, kemiringan jalur transportasi, bagian lembah yang menyempit, serta lokasi ketika aliran keluar dari kawasan pegunungan menuju wilayah yang dihuni manusia.





Dalam geomorfologi, hubungan antara sumber material, jalur pengangkutan, dan lokasi pengendapannya dikenal sebagai sediment connectivity atau konektivitas sedimen.


Halaman:

Tags

Terkini