Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 28 September 2026 | 19:09 WIB
Hulu Galodo Solok (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)
Hulu Galodo Solok (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)



Dian menegaskan bahwa rangkaian tersebut masih berupa hipotesis geomorfologi berdasarkan interpretasi awal.





"Rangkaian tersebut masih merupakan hipotesis geomorfologi berdasarkan interpretasi awal, bukan kesimpulan final tentang mekanisme galodo," tegasnya.





Ada pula kemungkinan lain yang masih belum dapat dipastikan, yakni material longsoran dan kayu sempat membendung saluran secara alami. Kondisi tersebut dapat menahan air dan sedimen untuk sementara sebelum bendungan alami tersebut jebol.





Mekanisme tersebut dikenal sebagai landslide dam–breach dan dapat menghasilkan pelepasan air serta material secara mendadak. Namun, rekaman yang tersedia saat ini belum cukup untuk memastikan bahwa mekanisme tersebut memang terjadi di Arosuka.





Citra Sentinel-2 Terkendala Awan





Penginderaan jauh menggunakan satelit juga dimanfaatkan untuk menelusuri kondisi kawasan sebelum dan sesudah galodo.





Citra Sentinel-2 pada 15 Agustus 2026, sekitar lima minggu sebelum kejadian, memperlihatkan kondisi tutupan lahan pra-galodo di lereng Gunung Talang hingga kawasan Arosuka. Citra tersebut dapat digunakan sebagai citra referensi atau baseline.





Namun, citra yang lebih dekat dengan waktu kejadian, yakni 19 September 2026, sebagian tertutup awan. Kondisi serupa terjadi pada citra 24 September 2026 atau tiga hari setelah galodo.





Akibat tertutup awan, jejak longsoran dan perubahan koridor aliran pascabencana belum dapat dipetakan secara memadai menggunakan citra tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X