berita

Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso

Senin, 28 September 2026 | 19:09 WIB
Hulu Galodo Solok (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)




Ketika hujan turun dengan intensitas sangat tinggi, air dapat meresap ke dalam tanah. Apabila terdapat lapisan yang lebih sulit meloloskan air, tekanan air pori dapat meningkat di atas lapisan tersebut.





Pada kondisi itu, massa tanah menjadi lebih berat, sedangkan kekuatan gesernya menurun. Pada lereng yang cukup curam, kondisi tersebut dapat berujung pada kegagalan lereng.





Akar tumbuhan memang dapat memperkuat tanah di dekat permukaan. Namun, keberadaan hutan tidak membuat lereng sepenuhnya kebal terhadap longsor.





"Galodo Arosuka perlu dipahami melalui interaksi antara hujan, kemiringan lereng, material geologi-vulkanik, sifat tanah, kondisi hidrologi, konfigurasi lembah, dan penggunaan lahan dalam satu sistem DAS," ujar Dian.





Ia menambahkan, besarnya kontribusi masing-masing faktor tersebut belum dapat ditentukan tanpa analisis lanjutan.





Hipotesis Rangkaian Galodo





Dari bukti yang tersedia saat ini, terdapat rangkaian proses yang dinilai layak untuk diuji lebih lanjut, yakni hujan intensif yang menyebabkan kejenuhan material lereng, kemudian terjadi longsor di lereng atas.





Material longsoran selanjutnya masuk ke alur drainase, bercampur dengan air, bergerak melalui lembah sempit, serta mengalami erosi dan mengangkut material tambahan sebelum mencapai Batang Laso dan keluar menuju bentang alam yang lebih landai di Arosuka.


Halaman:

Tags

Terkini