berita

331 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Sumatera Selatan Naik Jadi 38 Titik

Senin, 28 September 2026 | 12:04 WIB
Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)




61 Armada Udara Disiagakan





Pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemantauan satelit dan operasi darat. Pemerintah juga memperkuat operasi udara dengan menyiagakan 61 unit armada.





Dari jumlah tersebut, 17 unit digunakan untuk patroli dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak 44 unit lainnya disiapkan untuk operasi water bombing.





Sebanyak 55 unit armada ditempatkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sementara itu, enam unit water bombing lainnya digunakan untuk membantu penanganan di wilayah terdampak lainnya.





Operasi udara tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan di darat. Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya terlibat dalam pengendalian karhutla.





Berbagai langkah dilakukan di lapangan, mulai dari patroli dan groundcheck hingga pemadaman langsung. Petugas juga melakukan penyekatan untuk mencegah penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.





Lahan gambut menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan gambut sehingga kebakaran berpotensi kembali muncul ketika kondisi lahan mengering dan angin menguat.





Asap Masih Pengaruhi Sejumlah Wilayah Sumatera





Persoalan karhutla tidak hanya terlihat dari jumlah hotspot. Dampak asap juga masih terpantau melalui kondisi kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah.


Halaman:

Tags

Terkini