"Lahan yang telah disiapkan memiliki luas sekitar 2.800 meter persegi dan sudah mengantongi sertifikat atas nama IKM Tasikmalaya. Lahan itu diperoleh melalui pembelian yang dananya bersumber dari donasi serta partisipasi masyarakat Minang yang berada di Tasikmalaya," katanya.
Keberadaan lahan tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat Minang di perantauan.
Lahan yang telah tersedia nantinya tidak hanya digunakan untuk mendirikan bangunan masjid, tetapi juga dirancang sebagai sebuah kawasan yang dilengkapi sarana dan prasarana pendukung.
Kawasan itu diharapkan dapat menjadi tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas keagamaan, sosial, silaturahmi, dan kebersamaan masyarakat Minang di Tasikmalaya.
“Bagi kami, ini merupakan suatu kebanggaan atas kedatangan Sekjen DPP IKM, Bapak Braditi Moulevey, yang juga didampingi Pelatih Kepala Semen Padang FC, Bapak Nil Maizar, ke Sekretariat sekaligus lokasi tanah yang nantinya akan dibangun Masjid IKM Tasikmalaya,” ujar Syahrial.
Syahrial berharap kedatangan jajaran DPP IKM tersebut dapat memperkuat komunikasi dan kekompakan antara organisasi di tingkat pusat dengan IKMT serta keluarga besar Minang yang berada di perantauan.
“Kami berharap melalui silaturahmi ini dapat terjalin kekompakan secara organisasi, sehingga kita bersama-sama dapat membangun dan memperkuat persatuan masyarakat Minang, khususnya di Tasikmalaya,” katanya.
Untuk melanjutkan pembangunan, IKMT juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat Minang.