Sumbardaily.com – Selama ini virus hampir selalu dipahami sebagai ancaman bagi kehidupan. Pandemi Covid-19 semakin memperkuat anggapan bahwa virus merupakan musuh yang harus dihindari. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa dunia mikroorganisme jauh lebih kompleks. Salah satunya terlihat dari keberadaan mycovirus, virus yang menginfeksi jamur dan berpotensi memberikan manfaat di berbagai bidang.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Muhammad Fadli, Ph.D, menjelaskan penelitian mengenai mycovirus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan teknologi sekuensing genom membuat para ilmuwan menemukan ratusan jenis mycovirus baru dari berbagai jenis jamur di alam.
Jamur yang menjadi inang mycovirus tersebut bahkan mencakup jenis yang dapat menginfeksi manusia, hewan, dan tanaman. Temuan ini kemudian mengubah pemahaman mengenai hubungan antara virus, jamur, dan lingkungan.
"Selama beberapa dekade, kata virus hampir selalu identik dengan ancaman. Pandemi Covid-19 semakin menguatkan persepsi bahwa virus adalah musuh yang harus dihindari. Namun, ilmu pengetahuan terus menunjukkan bahwa dunia mikroorganisme jauh lebih kompleks daripada yang kita bayangkan. Tidak semua virus membawa malapetaka," kata Fadli, dilansir dari Kepakaran Unand, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, mycovirus yang sebelumnya dianggap sekadar sebagai penghuni di dalam sel jamur ternyata dapat memengaruhi perilaku, metabolisme, hingga kemampuan jamur dalam berinteraksi dengan organisme lain.
Mycovirus Hanya Hidup di Dalam Sel Jamur
Mycovirus memiliki karakteristik yang membedakannya dari virus yang lebih umum dikenal. Virus tersebut hanya dapat berkembang biak di dalam sel jamur.
Sebagian besar mycovirus juga tidak memiliki fase bebas seperti virus penyebab influenza atau Covid-19. Penyebarannya berlangsung melalui pembelahan sel jamur, pembentukan spora, atau kontak antarhifa.