Kelompok berisiko yang menjadi perhatian meliputi penderita diabetes, perokok berat, lanjut usia dan anak-anak. Pasien yang ditemukan akan terus dipantau hingga menyelesaikan masa pengobatan.
"Dari pertengahan September sampai November kita merencanakan tracing di 242 titik dan sudah berjalan 105 titik. Ditemukan 77 pasien positif TBC dari kontak erat dan masyarakat berisiko, yang terus kita pantau sampai selesai masa pengobatan. Harapan kami, kasus yang ditemukan ini diobati hingga 100 persen sembuh, sehingga tahun depan tidak ada lagi penularan TBC di Kota Padang," kata Nia.
Untuk mendukung proses diagnosis di lapangan, pemeriksaan skrining dilengkapi fasilitas ronsen portabel yang disediakan secara gratis oleh vendor melalui kerja sama dengan PDPI dan Dinas Kesehatan.
Ketua PDPI Cabang Sumbar, Masrul Basyar menyampaikan apresiasi kepada panitia dan vendor yang telah mendukung tersedianya fasilitas tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar pihak menjadi bagian dari upaya memperkuat penanggulangan TBC di Sumbar.
"PDPI Sumbar berkomitmen bersama Dinas Kesehatan untuk bersama-sama menurunkan dan mencapai eliminasi TBC menjelang tahun 2030," ujarnya.
Selain dukungan pemeriksaan bergerak, Kota Padang memiliki tiga unit alat ronsen paru yang ditempatkan di rumah sakit.
Dua unit berada di RSUD, sedangkan satu unit lainnya tersedia di RS Unand. Pengoperasian peralatan tersebut didukung tenaga radiografer yang kompeten. (*)