berita

MBG di Padang Pariaman Disorot, Bupati Pertanyakan Jeda Masak hingga Makanan Diterima Siswa

Sabtu, 19 September 2026 | 10:07 WIB
kunjungan Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) untuk wilayah Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Barat (Sumbar), Dr. Syartiwidya, S.T.P., M.Si., bersama rombongan di ruang kerja Bupati Padang Pariaman, Jumat (18/9/2026). (Foto: Pemkab Padang Pariaman)


Sumbardaily.com - Bupati Padang Pariaman menyoroti makanan MBG yang basi dan meminta proses pengolahan hingga distribusi siswa dipastikan sesuai standar keamanan pangan.





Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Padang Pariaman mendapat sorotan setelah ditemukan makanan yang diterima siswa dalam kondisi basi. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan yang dikonsumsi para penerima program.





Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menilai proses pengolahan hingga pendistribusian makanan perlu dipastikan kembali agar seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).





Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) untuk wilayah Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Barat (Sumbar), Dr. Syartiwidya, S.T.P., M.Si., bersama rombongan di ruang kerja Bupati Padang Pariaman, Jumat (18/9/2026).





Dalam pertemuan tersebut, John Kenedy Azis atau JKA menyampaikan sejumlah persoalan yang ditemui selama pelaksanaan MBG di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya pelaksanaan program yang dinilai belum sepenuhnya mengikuti SOP.





Menurut JKA, waktu pengolahan makanan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Ia mempertanyakan proses ketika makanan dimasak sejak dini hari, kemudian ditutup dan dikemas sebelum akhirnya didistribusikan kepada siswa beberapa jam kemudian.





Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dievaluasi untuk memastikan makanan tetap aman ketika sampai di tangan siswa.


Halaman:

Tags

Terkini