berita

Erupsi Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Ungkap Aktivitas Magma Dalam Masih Tinggi

Sabtu, 12 September 2026 | 17:06 WIB



Masyarakat, wisatawan, nelayan, serta pelaku aktivitas pelayaran diminta tidak mendekati ataupun melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.





Sejumlah potensi bahaya masih perlu menjadi perhatian. Di antaranya adalah kemungkinan lontaran material pijar, abu vulkanik, serta awan panas di sekitar tubuh gunung.





Masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu juga dianjurkan mengambil sejumlah langkah perlindungan. Penggunaan masker menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan. Selain itu, mata perlu dilindungi, sumber air bersih ditutup, dan aktivitas di luar ruangan dikurangi ketika paparan abu mengalami peningkatan.





Lana mengingatkan bahwa penurunan intensitas erupsi yang terlihat di permukaan tidak berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau akan langsung berhenti.





"Karena Krakatau gunung api aktif, menurunnya intensitas erupsi di permukaan bukan berarti aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau akan berhenti. Tetap waspada, patuhi radius rekomendasi, dan ikuti informasi resmi pemerintah," terang Lana.





Masyarakat Diminta Tak Terpancing Informasi Tak Bertanggung Jawab





Badan Geologi juga meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.





Masyarakat diimbau tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan kondisi gunung api sebaiknya dipantau melalui sumber informasi resmi pemerintah.





Informasi mengenai perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui kanal resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini