"Kami menghimbau kepada warga Kota Padang, yang pertama khususnya bagi nelayan agar tetap berhati-hati untuk melaksanakan pencarian ikan di Pantai Kota Padang. Namun kami sarankan agar untuk tiga hari ke depan ini ditunda dulu untuk melaut mencari ikan," ujar Hendri Zulviton, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada nelayan. Warga yang tinggal di kawasan pesisir, bantaran sungai, maupun daerah yang memiliki potensi longsor juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat di kawasan tersebut diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar karena potensi cuaca ekstrem kali ini juga disertai angin kencang.
Curah Hujan Padang Masuk Kategori Tinggi
Selain potensi gelombang laut, kondisi curah hujan di Kota Padang turut menjadi faktor yang meningkatkan kewaspadaan. Saat ini, intensitas curah hujan di wilayah tersebut masuk kategori tinggi, yakni lebih dari 150 milimeter per dasarian.
Curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya bencana susulan. BPBD Padang mengingatkan adanya potensi tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir, terutama di wilayah yang berada di sekitar bantaran sungai.
Hendri meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana tidak mengabaikan kondisi lingkungan ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.
"Kemudian kepada warga Kota Padang yang berada di pinggir pantai, di pinggir sungai, agar tetap siaga dan waspada dengan cuaca ekstrem anomali yang terjadi pada saat sekarang ini. Kemudian juga karena disertai angin kencang, agar berhati-hati juga akan potensi bahaya seperti tanah longsor, pohon tumbang yang terjadi di beberapa tempat," jelasnya.
Potensi bahaya tersebut membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi penting, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi.