Menurut Fadly, bantuan sektor perikanan dan pangan yang disalurkan Pemko Padang mencapai Rp8 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang yang telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan untuk pelaku usaha. Program tersebut, kata Fadly, merupakan bagian dari pelaksanaan program unggulan Padang Melayani.
“Bantuan sebesar Rp8 miliar tersebut bersumber dari APBD Kota Padang sebesar Rp3,1 miliar dan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp4,9 miliar. Kita juga sedang proses pendistribusian bantuan pangan berupa beras untuk 17.218 jiwa, dengan total 36,2 ton kepada warga yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026 lalu, dan bantuan kepada pembudidaya ikan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut terdampak," ucapnya.
Bantuan yang disalurkan tidak diberikan dalam satu bentuk. Paket bantuan disesuaikan dengan sektor usaha dan kebutuhan penerima, termasuk untuk menopang aktivitas nelayan serta usaha yang berkaitan dengan kelautan.
Untuk sektor perikanan tangkap, Pemko Padang memberikan 19 unit perahu fiber. Selain itu, terdapat 724 set jaring monofilamen serta 19 unit mesin tempel berkapasitas 15 PK.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penunjang bagi masyarakat yang menjalankan usaha perikanan tangkap agar dapat kembali menggerakkan aktivitas ekonominya setelah terdampak bencana.
Dukungan juga diberikan kepada pelaku perikanan budidaya. Sebanyak 30 ekor calon induk lele dan 800 kilogram pakan ikan disalurkan untuk menunjang kegiatan budidaya.
Sementara bagi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, bantuan yang diberikan berupa empat unit chest freezer, satu unit vacuum sealer, satu unit kompor gas, serta satu unit kuali besar.