berita

El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04 WIB
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumbar (Foto: Dok Istimewa)



BMKG juga mencatat sejumlah wilayah telah mengalami hari tanpa hujan dengan durasi yang bervariasi, mulai dari kategori sangat pendek hingga panjang. Rekor terlama mencapai 80 hari terjadi di PRH Katerban, Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.





Selain itu, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal. Sebanyak 437 Zona Musim diprediksi menjalani musim kemarau dengan durasi yang lebih panjang, sedangkan curah hujan tinggi baru diperkirakan mulai meningkat secara bertahap pada Oktober hingga November 2026.





Kondisi cuaca yang semakin kering turut meningkatkan potensi munculnya titik panas di berbagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Hingga 29 Juli 2026, BMKG mendeteksi 5.019 titik panas yang didominasi berada di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau.





Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim kemarau Agustus hingga September. Wilayah Sumatra dan Kalimantan diperkirakan menjadi daerah dengan risiko karhutla tertinggi, terutama Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Papua Selatan.





BMKG juga terus memantau sebaran partikulat asap akibat kebakaran hutan yang telah terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat.





Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan hasil pemantauan pada akhir Juni menunjukkan indeks bulanan Niño 3.4 telah mencapai angka 1,56. Nilai tersebut menandakan intensitas El Niño sudah melewati ambang batas kategori kuat.





Di sisi lain, suhu permukaan laut di Samudra Hindia masih berada pada angka negatif, sehingga membuka peluang munculnya IOD Positif dalam beberapa bulan mendatang.





"Namun, perlu digarisbawahi bahwa dampaknya ke Indonesia terjadi ketika El Niño bertemu langsung dengan musim kemarau. Meskipun El Niño terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terfokus pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia," ujar Ardhasena.

Halaman:

Tags

Terkini