berita

Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Unand Dorong Penguatan Hutan Nagari Lewat Perdagangan Karbon

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:30 WIB


Sumbardaily.com – Dampak perubahan iklim semakin dirasakan di berbagai daerah dan mulai memberikan tekanan terhadap sektor pertanian serta kehutanan. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengancam produktivitas lahan, tetapi juga berpotensi melemahkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat apabila tidak diantisipasi melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.





Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Yulinda, Ph.D., menilai penguatan Hutan Nagari dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan tersebut. Selain menjaga fungsi ekologis, kawasan hutan yang dikelola masyarakat juga memiliki potensi ekonomi melalui skema perdagangan karbon yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.





Menurut Yulinda, berbagai dampak perubahan iklim kini semakin nyata terlihat. Peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, musim kemarau yang berlangsung lebih lama, hingga meningkatnya intensitas cuaca ekstrem telah memengaruhi produktivitas lahan pertanian sekaligus meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.





"Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, tetapi sudah menjadi kenyataan. Banjir, tanah longsor, hingga ketidakpastian musim tanam semakin sering terjadi dan berdampak langsung pada ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat," ujarnya pada Jumat (31/7/2026).





Ia menjelaskan, kondisi tersebut membutuhkan langkah nyata yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Salah satu kawasan yang dinilai memiliki peluang besar adalah Nagari Salibutan di Kabupaten Padang Pariaman.





Yulinda menyebut Nagari Salibutan memiliki modal penting berupa Hutan Nagari dan sistem Parak yang hingga kini masih terjaga. Keberadaan kedua sistem tersebut dinilai mampu menyerap serta menyimpan karbon dalam jumlah besar, sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.





Menurutnya, fungsi hutan saat ini tidak hanya sebatas menjaga lingkungan. Kawasan hutan juga memiliki nilai ekonomi melalui skema perdagangan karbon (carbon trade) yang memberikan penghargaan kepada masyarakat atas upaya menjaga kelestarian hutan tanpa harus mengeksploitasi sumber daya yang ada.


Halaman:

Tags

Terkini