berita

BMKG Ungkap Dampak El Nino 2026, Risiko Karhutla Meluas hingga Sumatera dan Kalimantan

Jumat, 31 Juli 2026 | 11:02 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto: Pexels)




Sebagai langkah preventif, BMKG bersama kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah terus memperkuat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan operasi tersebut dilakukan berdasarkan analisis data meteorologi, informasi tinggi muka air tanah di kawasan gambut, serta pemantauan titik panas atau hotspot.





"Kita menjaga agar permukaan air tetap pada kondisi normalnya sehingga gambut tetap jenuh basah dan tidak mudah terbakar," jelasnya.





Selain dimanfaatkan untuk mengurangi risiko karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan air di sejumlah waduk strategis. Salah satu pelaksanaannya dilakukan di kawasan Danau Toba guna mempertahankan tinggi muka air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, penyediaan air bersih, hingga operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).





Dalam rapat tersebut, BMKG turut menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi dampak El Nino 2026 di berbagai sektor.





Pada sektor pengelolaan lahan, BMKG mendorong peningkatan pemantauan hotspot, patroli terpadu, pembasahan lahan gambut, pembangunan sekat kanal, serta penegakan hukum terhadap praktik pembakaran lahan.





Di bidang kesehatan, BMKG merekomendasikan peningkatan pemantauan kualitas udara, penguatan sistem prediksi dan peringatan dini berdasarkan konsentrasi PM2.5, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, hingga pemantauan kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).





Sementara pada sektor pangan dan pertanian, BMKG menyarankan percepatan waktu tanam sebelum defisit air mencapai puncaknya. Selain itu, penggunaan varietas tanaman berumur genjah, prioritas distribusi air pada fase kritis pertumbuhan tanaman, serta pembatasan ekspansi pertanian di wilayah yang sangat rentan terhadap kekeringan juga menjadi bagian dari langkah antisipasi.


Halaman:

Tags

Terkini