berita

Tepung Kacang Lima Lolos Uji Keamanan, Peneliti Unand Dorong Diversifikasi Pangan Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:09 WIB
Kacang lima (Phaseolus lunatus L.) atau yang lebih dikenal masyarakat Sumatra Barat sebagai kacang paga maupun kacang roti menunjukkan prospek menjanjikan sebagai sumber protein nabati alternatif. (Foto: Unand)


Sumbardaily.com - Kacang lima (Phaseolus lunatus L.) atau yang lebih dikenal masyarakat Sumatra Barat sebagai kacang paga maupun kacang roti menunjukkan prospek menjanjikan sebagai sumber protein nabati alternatif. Namun, sebelum dapat dimanfaatkan secara lebih luas sebagai bahan pangan, aspek keamanan konsumsinya harus dibuktikan melalui penelitian ilmiah yang komprehensif.





Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim peneliti Universitas Andalas (Unand) melakukan kajian untuk menilai keamanan konsumsi berulang tepung kacang lima yang telah melalui proses pengolahan. Penelitian ini dipimpin dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand, Rita Maliza, Ph.D.





Riset tersebut juga melibatkan Prof. Fazal Jalil, Ph.D. dari Abdul Wali Khan University Mardan, Pakistan, serta dua mahasiswa Departemen Biologi FMIPA Unand, yakni Reziq Marchellino Irwan dan Rafi Ramadhan Anwar.





Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan tikus Wistar jantan dan betina sebagai hewan uji. Tepung kacang lima diberikan setiap hari selama 28 hari berturut-turut untuk mengetahui dampak konsumsi berulang terhadap kondisi tubuh dan organ.





Sebelum digunakan sebagai bahan uji, biji kacang lima terlebih dahulu menjalani serangkaian proses pengolahan berupa perendaman, perebusan, dan pengeringan. Tahapan tersebut dilakukan untuk menurunkan kandungan senyawa antinutrisi sehingga bahan yang digunakan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik.





Selama penelitian berlangsung, tepung kacang lima diberikan dalam empat variasi dosis, yaitu 500 miligram, 1.000 miligram, 1.500 miligram, dan 2.000 miligram per kilogram berat badan.





Tim peneliti kemudian melakukan pengamatan terhadap berbagai indikator biologis. Parameter yang dianalisis meliputi pertambahan berat badan hewan uji, kondisi organ hati, ginjal, dan pankreas, profil hematologi, hingga struktur jaringan organ melalui pemeriksaan mikroskopis.


Halaman:

Tags

Terkini