Selain memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, Kemenag Sumbar juga melakukan pemantauan terhadap kondisi psikologis para siswa. Berdasarkan hasil peninjauan sementara, belum ditemukan indikasi adanya peserta didik yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Meski demikian, pihak madrasah tetap menyiapkan langkah antisipatif apabila di kemudian hari terdapat siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Pendampingan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan kepala madrasah, guru, wali kelas, serta guru Bimbingan Konseling (BK).
Melalui pendekatan tersebut, para siswa akan memperoleh penguatan agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat menjalankan kegiatan belajar seperti biasa.
Apabila dalam perkembangan selanjutnya ditemukan peserta didik yang memerlukan pendampingan psikososial, Kemenag Sumbar menyatakan siap berkoordinasi dengan tenaga profesional, termasuk psikolog dan pihak terkait lainnya, guna memberikan layanan trauma healing sesuai kebutuhan.
Mustafa menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran di MAN 3 Padang akan tetap berlangsung sebagaimana biasa. Sebagai bagian dari upaya membangun kembali rasa aman dan nyaman di lingkungan madrasah, kegiatan pada hari berikutnya akan diawali dengan senam bersama, outbound, serta pembinaan yang melibatkan jajaran Polsek Koto Tangah.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan mengembalikan rutinitas belajar, tetapi juga membantu membangun kembali kepercayaan diri para siswa agar dapat menjalani aktivitas di lingkungan madrasah dengan rasa aman.
"Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan nyaman berada di madrasah. Yang paling penting saat ini adalah mengembalikan suasana belajar yang kondusif melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang baik antara madrasah, orang tua, serta aparat terkait," tutur Mustafa.
Di sisi lain, Kemenag Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi perkembangan kasus tersebut. Warga diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.