Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendorong pemerataan akses pendidikan dengan menyiapkan kebijakan sekolah gratis hingga jenjang pendidikan menengah atas, termasuk bagi siswa Madrasah Aliyah (MA).
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah daerah memilih menempuh langkah kolaboratif dengan mendatangi langsung Kementerian Agama guna membahas dukungan terhadap pelaksanaan program.
Kunjungan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (29/6/2026) itu dipimpin langsung Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran pemerintah daerah. Turut hadir perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat. Rombongan diterima Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Suyitno.
Dalam pertemuan tersebut, Khairunas menjelaskan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan sebelumnya telah diwujudkan melalui pemberian bantuan seragam bagi seluruh peserta didik, termasuk sekolah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama. Menurutnya, langkah berikutnya adalah memperluas dukungan melalui kebijakan pembebasan biaya pendidikan.
"Kami berpandangan bahwa upaya memajukan pendidikan tidak boleh berhenti pada bantuan seragam semata. Kami ingin menghadirkan kebijakan yang lebih progresif, yaitu menggratiskan biaya pendidikan hingga tingkat SLTA, termasuk Madrasah Aliyah," kata Khairunas.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperkirakan terdapat sekitar 700 peserta didik setiap tahun yang menempuh pendidikan di dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di daerah tersebut. Untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi seluruh siswa tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp900 juta setiap tahun.
Melihat kebutuhan anggaran tersebut, pemerintah daerah mengajak Kementerian Agama membangun skema kerja sama agar program sekolah gratis dapat diterapkan secara berkelanjutan. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala persoalan biaya.