Sumbardaily.com – Krisis air yang melanda kawasan Irigasi Gunung Nago di Kota Padang mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengambil langkah cepat untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap sektor pertanian dan perikanan masyarakat.
Selain menyalurkan bantuan air darurat ke sejumlah titik terdampak, Pemko Padang juga mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) guna mencari solusi jangka panjang atas persoalan yang terjadi.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat di kawasan Lambung Bukit dan sekitarnya yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air pascabencana yang terjadi sebelumnya.
Kondisi kekeringan yang dirasakan masyarakat belakangan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kerusakan infrastruktur akibat bencana, tetapi juga diperparah oleh kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi di bagian hulu.
Kepala UPTD Gunung Nago Dinas PUPR Kota Padang, Asrul, menjelaskan bahwa penurunan debit air sempat terjadi akibat dibukanya pintu penguras untuk keperluan pengerukan sedimen yang dilakukan oleh pihak provinsi.
Menurutnya, proses pengerukan tersebut menyebabkan volume air yang mengalir ke sisi kiri dan kanan jaringan irigasi Gunung Nago mengalami penurunan dalam rentang waktu tertentu.
"Hal ini menimbulkan menurunnya debet air dari jam 08.00 WIB pagi sampai jam 17.00 WIB sore itu pintu air penguras dibuka dan mengakibatkan air kiri dan kanan Gunung Nago berkurang volume yang masuk," ujar Asrul, dikutip Minggu (21/6/2026).