berita

Masjid Kapal Al-Fauzan Ketaping Diresmikan, Siap Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Sumbar

Minggu, 7 Juni 2026 | 16:05 WIB
Masjid Al-Fauzan di Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (7/6/2026)


Sumbardaily.com - Kehadiran Masjid Al-Fauzan di Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi perhatian masyarakat karena desain bangunannya yang menyerupai kapal. Rumah ibadah dengan arsitektur unik tersebut resmi diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, pada Sabtu (6/6/2026).





Peresmian masjid yang dikenal sebagai Masjid Kapal Al-Fauzan itu turut dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama sejumlah unsur pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya.





Dalam sambutannya, Vasko Ruseimy menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pembangunan dan para donatur yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan Masjid Al-Fauzan hingga berdiri megah seperti saat ini.





Menurutnya, fungsi masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual semata. Lebih dari itu, masjid memiliki peran penting sebagai pusat peradaban, media penyiaran ajaran Islam, sekaligus sarana memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.





“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat peradaban, penyiaran agama Islam, dan wadah mempererat ukhuwah islamiyah. Kami atas nama Pemerintah ikut bangga dan bersyukur atas berdirinya Masjid Al-Fauzan ini. Secara geografis dan kultur, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, kehadiran Pemko Pariaman dalam kegiatan-kegiatan strategis di kabupaten merupakan wujud dukungan timbal balik untuk kemajuan bersama di wilayah yang kerap disebut Piaman Laweh,” ujarnya.





Masjid Al-Fauzan Ketaping kini berdiri kokoh dengan desain yang menarik dan lokasi yang strategis. Letaknya yang dekat dengan akses menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) membuat masjid ini diharapkan dapat berfungsi sebagai rest area spiritual bagi para musafir yang melintas.





Meski demikian, Vasko menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya setelah pembangunan fisik selesai adalah bagaimana memakmurkan masjid melalui berbagai aktivitas keagamaan dan pendidikan.


Halaman:

Tags

Terkini