“Tantangan kita ke depan adalah bagaimana mengisi masjid ini dengan sholat berjamaah, kegiatan TPA/TPSA untuk generasi muda, serta kajian-kajian keagamaan yang dapat membentengi umat dari pengaruh negatif,” tambahnya.
Sementara itu, kehadiran Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dalam acara peresmian tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Pariaman untuk terus menjaga sinergi, keharmonisan, dan hubungan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah yang bertetangga.
Yota Balad menyampaikan apresiasi atas berdirinya Masjid Kapal Al-Fauzan yang dinilai memiliki nilai tambah, tidak hanya dari sisi fungsi keagamaan tetapi juga potensi pengembangan wisata religi.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas peresmian Masjid Kapal Al-Fauzan Ketaping. Dengan desainnya yang sangat ikonik menyerupai kapal, masjid ini memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata religi baru yang terintegrasi di kawasan pesisir. Namun yang utama, mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dan melahirkan generasi muda yang Qurani dari masjid yang megah ini,” tuturnya.
Peresmian Masjid Kapal Al-Fauzan Ketaping ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy. Prosesi tersebut dilakukan dengan didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, serta disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir.
Dengan arsitektur berbentuk kapal yang menjadi ciri khasnya, Masjid Al-Fauzan Ketaping diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan umat, tetapi juga menjadi ikon baru yang memperkuat potensi wisata religi di wilayah Padang Pariaman dan kawasan Piaman Laweh secara keseluruhan. (*)