berita

Cegah Penyakit Hewan Menular saat Iduladha, Kementan Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Senin, 11 Mei 2026 | 14:07 WIB
Ilustrasi hewan kurban (Foto: Dok Istimewa)



“Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan pertanian. Melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi kompetensi, kita memastikan tenaga profesional di lapangan memiliki kemampuan yang terukur, adaptif, dan mampu memberikan edukasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Santi pada 7 Mei 2026.





Sebagai bagian dari mitigasi zoonosis, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu terus meningkatkan edukasi nasional terkait pengawasan kesehatan hewan dan penanganan daging kurban yang aman.





Program pelatihan tersebut menyasar peternak, penyuluh, petugas lapangan, hingga masyarakat umum. Materi yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan, pemeriksaan organ dan karkas, penerapan sanitasi dan higiene, hingga tata cara distribusi daging sesuai prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).





Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat tetap aman serta meminimalkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.





Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah, menekankan bahwa pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.





“Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit,” ujarnya.





Kementan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit zoonosis yang berpotensi muncul saat meningkatnya aktivitas pemotongan hewan kurban. Penyakit tersebut antara lain Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Foot-and-Mouth Disease (PMK), jembrana, hingga infeksi cacing hati.





Penyakit-penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ yang terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani secara tepat.

Halaman:

Tags

Terkini