berita

Dua Orang yang Terseret Arus Sungai di Pasaman Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

Jumat, 17 April 2026 | 18:25 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai akibat banjir di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (17/4/2026) siang. (Dok. Basarnas)


Sumbardaily.com - Peristiwa tragis oramg terseret arus sungai di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) ditutup. Dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi terjebak banjir dan akhirnya hanyut terseret arus sungai yang deras.





Informasi kejadian itu pertama kali diterima oleh Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada Selasa (14/4/2026) malam pukul 19.03 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.





Berdasarkan data yang dihimpun, insiden bermula pada pukul 17.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap dengan arus yang sangat deras. Dalam kondisi itu, kendaraan yang ditumpangi korban terjebak di tengah banjir.





Kedua korban diketahui bernama Dewi Hayati (50), perempuan, dan Meji Ardi (37), laki-laki. Keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan. Namun, upaya tersebut justru berujung petaka.





“Korban mencoba keluar dari kendaraan untuk menyelamatkan diri, tetapi saat pintu dibuka, arus yang deras langsung menyeret mereka ke dalam aliran sungai,” kata Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi.





Lokasi kejadian, katanya, berada di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, dengan koordinat 0°01'05.1"S - 100°09'57.1"E. Jarak dari Pos SAR Pasaman ke lokasi sekitar 36,5 kilometer secara garis lurus, atau sekitar 76,4 kilometer melalui jalur darat dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam.





Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman langsung diberangkatkan pada pukul 19.20 WIB dengan kekuatan enam personel. Mereka membawa berbagai peralatan khusus operasi SAR air, termasuk perahu rafting, LCR, serta perlengkapan medis dan komunikasi.


Halaman:

Tags

Terkini