"Operasi pencarian dilanjutkan hingga Jumat (17/4/2026) pukul 07.30 WIB. Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area sepanjang sembilan kilometer," katanya.
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting dari titik koordinat B (0°1'37.49"S - 100°11'13.13"E) menuju titik C (0°3'27.20"S - 100°11'49.89"E) sejauh 6,5 kilometer.
Sementara SRU 2 menyisir sisi kiri sungai sejauh 2,5 kilometer dari titik C ke titik D. SRU 3 melakukan penyisiran di sisi kanan sungai dengan jarak yang sama.
"Hasilnya, pada pukul 09.00 WIB, korban atas nama Dewi Hayati ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak sekitar delapan kilometer dari titik awal kejadian. Sementara satu korban suda ditemukan lebih dahulu juga dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Rabu (15/4/2026)," kata Novi Yurandi.
Selanjutnya, pada pukul 11.20 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi ke Puskesmas Simpati untuk penanganan lebih lanjut. Setelah seluruh proses pencarian dan evakuasi selesai, dilakukan debriefing pada pukul 11.58 WIB.
Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing dan operasi SAR resmi ditutup," katanya.
Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat, antara lain Pos SAR Pasaman (6 personel), TNI (2 personel), Polres Pasaman (10 personel), Brimob (15 personel), Polsek Bonjol (4 personel), BPBD Kabupaten Pasaman (7 personel), BPBD Pasaman Barat (5 personel), KSB Alahan Mati (10 personel), serta masyarakat sebanyak 25 orang.
"Kondisi cuaca selama operasi berlangsung didominasi hujan ringan, namun tidak terdapat faktor penghambat signifikan dalam pelaksanaan pencarian," tutur pria yang akrab disapa Ambon tersebut. (adl)