berita

Kritik Presiden Pakak dari BEM KM Unand Direspons Andre Rosiade, Ajak Diskusi Terbuka

Selasa, 7 April 2026 | 19:27 WIB
Foto kritikan BEM KM Unand yang menyebut Presiden Pakak dan ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Foto ini diposting di Instagram resmi BEM KM Unand. (Foto: BEM KM Unand)


Sumbardaily.com – Polemik kritik mahasiswa terhadap Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sorotan publik setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Andalas (Unand) melontarkan istilah “Presiden Pakak” melalui media sosial.





Ungkapan dalam bahasa Minangkabau, pakak adalah kata kasar yang berarti tuli atau tidak mendengar. Kata ini sering digunakan sebagai makian atau umpatan untuk menyebut seseorang yang tidak mendengar perkataan atau bodoh.





Kritik tersebut memicu respons keras dari kader Gerindra sekaligus Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar), Andre Rosiade.





Dalam sebuah acara yang videonya beredar di media sosial, Andre Rosiade menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah sah dilakukan, namun harus disampaikan dengan cara yang beradab. “Kita silakan mengkritik secara objektif. Tapi, silakan gunakan adab,” ujarnya.





Andre juga menyinggung pola kritik yang dinilainya tidak proporsional dengan mengibaratkan peribahasa Minangkabau. Ia menilai ada kecenderungan melihat kesalahan pihak lain tanpa mengkritisi kondisi di daerah sendiri.





“Jangan gajah di pelupuk mato tidak tampak. Tapi, samuik di seberan lautan tampak,” katanya. Ia pun menyarankan agar mahasiswa tidak hanya mengkritik Presiden Prabowo, tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan yang terjadi di daerah, khususnya di Sumbar.





Sementara itu, BEM KM Unand melalui akun Instagram resminya menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintahan Prabowo. Mereka menilai narasi keberhasilan yang disampaikan pemerintah tidak sejalan dengan realitas di lapangan yang masih diwarnai ketimpangan dan berbagai persoalan.


Halaman:

Tags

Terkini