Dalam pernyataannya, BEM KM Unand menyoroti penggunaan data dan angka yang dianggap sebagai tameng untuk menutupi dampak nyata kebijakan. Mereka juga menyinggung bahwa sejumlah program dinilai hanya bersifat simbolis tanpa keberpihakan yang jelas kepada masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga mengangkat isu terkait respons terhadap kritik yang dinilai cenderung intimidatif. Menurut mereka, kondisi tersebut bukan hanya menyangkut kebijakan semata, tetapi juga berkaitan dengan arah demokrasi ke depan.
“Pada akhirnya ini bukan hanya tentang program yang berjalan atau tidak, tetapi tentang kejujuran, keberpihakan, dan masa depan demokrasi yang sedang kita hadapi bersama,” tulis mereka.
Menariknya, polemik tersebut tidak berakhir pada saling kritik di ruang publik. BEM KM Unand justru mengundang Andre Rosiade untuk berdiskusi secara terbuka dalam forum intelektual.
Undangan tersebut disambut positif oleh Ketua DPD Gerindra Sumbar itu. Andre menyatakan kesiapannya untuk hadir dan berdialog langsung dengan mahasiswa.
Ia dijadwalkan memenuhi undangan tersebut pada Kamis, 9 April 2026, di Sekretariat UBEM Unand, Limau Manis, Kota Padang, pukul 10.30 WIB. (*)