berita

35 Alat Berat Dikerahkan Percepat Penanganan Bencana di Sumbar

Minggu, 14 Desember 2025 | 15:32 WIB
Pemprov Sumbar mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi dengan mengerahkan 35 alat berat dan 940 geobag di sejumlah wilayah terdampak. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)


Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mengintensifkan upaya percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal, mulai dari normalisasi sungai hingga perbaikan infrastruktur sumber daya air yang terdampak banjir bandang.





Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Desember 2025, Pemprov Sumbar telah mengerahkan total 35 unit alat berat serta memasang 940 geobag di berbagai lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam mengurangi risiko lanjutan sekaligus mempercepat proses pemulihan.





Penanganan terbaru dilakukan di kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Di lokasi tersebut, tiga unit alat berat diturunkan untuk mempercepat normalisasi aliran sungai serta menangani sisa material banjir bandang. Rifda menjelaskan, pengerahan alat berat ini telah dimulai sejak 25 November 2025, bertepatan dengan penetapan status tanggap darurat bencana tingkat provinsi.





“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami diminta memaksimalkan penanganan di lapangan. Secara keseluruhan, 35 unit alat berat dan 940 geobag sudah kita turunkan, termasuk yang terbaru di Batu Busuak. Saat ini alat-alat tersebut sudah mulai bekerja,” ujar Rifda Suriani dikutip Minggu (14/12/2025).





Ia merinci, sebaran alat berat difokuskan pada lima kabupaten dan kota yang mengalami dampak signifikan. Sebanyak 22 unit beroperasi di Kota Padang, dua unit di Kabupaten Padang Pariaman, empat unit di Kabupaten Pesisir Selatan, dua unit di Kabupaten Solok, serta lima unit di Kabupaten Agam. Penempatan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di masing-masing daerah.





Lebih lanjut, Rifda mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi telah menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur sumber daya air. Tercatat sebanyak 24 unit bendung irigasi terdampak, disertai kerusakan bangunan penguatan tebing atau seawall serta jaringan irigasi di sejumlah titik.





“Secara akumulatif, panjang kerusakan mencapai sekitar 6,9 kilometer untuk seawall dan 3,5 kilometer untuk saluran irigasi. Saat ini perbaikan sudah kita mulai secara bertahap, seiring dengan kegiatan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen sisa banjir bandang,” jelas Rifda.


Halaman:

Tags

Terkini